Pertanian kini memasuki era baru, di mana efisiensi dan akurasi menjadi kunci utama keberhasilan. Salah satu teknologi yang paling banyak digunakan dalam sistem pertanian modern adalah drone pemupukan.
Drone canggih ini membantu petani mendistribusikan pupuk cair atau butiran dengan cepat, merata, dan tepat sasaran. Namun, bagaimana sebenarnya drone pertanian ini bekerja? Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Mengenal Sistem Kerja Drone Pemupukan

Drone pemupukan adalah bagian dari drone pertanian yang dirancang khusus untuk menyemprotkan pupuk secara otomatis di lahan luas. Perangkat ini tidak dikendalikan secara manual seperti drone hobi, melainkan menggunakan sistem navigasi pintar berbasis GPS, sensor ketinggian, radar penghindar rintangan, dan sistem semprot otomatis yang diatur melalui aplikasi terintegrasi.
Agar Anda lebih memahami bagaimana prosesnya berlangsung, berikut penjelasan mengenai tahapan kerja drone pemupukan dari awal hingga akhir.
Baca Juga: Jenis Drone untuk Pertanian: Apa Saja Pilihannya?
Pemetaan dan Penentuan Area Lahan
Langkah pertama adalah perencanaan area kerja. Operator menggunakan aplikasi pemetaan digital untuk menandai batas lahan yang akan dipupuk. Drone akan merekam koordinat GPS dan membentuk jalur penerbangan otomatis.
Pemetaan ini penting karena menentukan arah terbang, kecepatan, dan pola semprot agar seluruh area tertutup secara merata tanpa ada bagian yang terlewat. Pada tahap ini, sistem juga menghitung luas area dan memperkirakan volume pupuk yang dibutuhkan.
Persiapan Pupuk dan Kalibrasi Sistem
Setelah area kerja ditentukan, drone diisi pupuk cair atau butiran ke dalam tangki khusus. Operator kemudian melakukan kalibrasi debit semprot, yaitu menyesuaikan jumlah pupuk yang dikeluarkan per detik sesuai kebutuhan tanaman.
Beberapa drone pertanian modern dilengkapi fitur otomatis untuk menghitung dosis berdasarkan kecepatan terbang, tekanan pompa, dan ketinggian drone. Kalibrasi ini memastikan setiap tetes pupuk jatuh tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan.
Lepas Landas dan Penerbangan Otomatis

Setelah siap, drone melakukan lepas landas otomatis dan mulai mengikuti rute yang sudah diprogram. Sistem GPS menjaga drone agar tetap berada di jalur penerbangan yang benar, sementara sensor ketinggian memastikan drone terbang stabil di atas tanaman.
Pada fase ini, sistem semprot aktif bekerja. Nozzle menyemprotkan pupuk dalam bentuk kabut halus atau butiran kecil. Tekanan maupun kecepatan semprot disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lahan. Dengan mekanisme ini, drone dapat menutupi area yang luas hanya dalam beberapa menit.
Penyesuaian Otomatis dan Penghindaran Hambatan
Saat drone beroperasi, sensor dan radar secara terus-menerus memantau kondisi sekitar. Jika mendeteksi pohon, tiang listrik, atau perubahan kontur lahan, drone akan secara otomatis menyesuaikan ketinggian atau arah terbangnya guna menghindari tabrakan.
Sistem cerdas ini memungkinkan drone bekerja di medan yang kompleks tanpa mengurangi ketepatan distribusi pupuk. Operator tetap bisa memantau pergerakan drone secara real time melalui layar kontrol dan melakukan intervensi jika diperlukan.
Pemantauan dan Analisis Data
Setelah misi selesai, drone akan kembali ke titik awal secara otomatis. Data penerbangan dan penggunaan pupuk disimpan di sistem. Informasi ini meliputi luas area yang disemprot, volume pupuk yang dikeluarkan, dan waktu yang dibutuhkan.
Dari data tersebut, petani dapat mengevaluasi efisiensi pemupukan, mengidentifikasi area yang mungkin membutuhkan perhatian tambahan, serta merencanakan kegiatan berikutnya secara lebih tepat.
Integrasi dengan Sistem Pemetaan Tanaman
Beberapa jenis drone pertanian juga terhubung dengan sistem pemetaan tanaman. Sensor multispektral membaca kondisi vegetasi dan tingkat kehijauan daun. Data ini dapat digunakan untuk menentukan area mana yang membutuhkan pupuk lebih banyak. Dengan begitu, pemupukan berikutnya bisa lebih selektif dan hemat.
Integrasi tersebut menjadikan drone bukan sekadar alat semprot, melainkan perangkat analitik yang membantu pengambilan keputusan berbasis data.

Kesimpulan
Cara kerja drone pemupukan menunjukkan betapa majunya teknologi pertanian saat ini. Dari perencanaan area, pengaturan dosis, hingga penerbangan otomatis, semuanya berlangsung dengan presisi tinggi dan efisiensi maksimal.
Dengan memanfaatkan drone pertanian, Anda tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga meningkatkan hasil panen serta mengurangi risiko pemborosan pupuk. Teknologi ini membawa pertanian menuju masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan!
Ingin pertanian Anda lebih produktif dan hemat biaya? Saatnya beralih ke sistem pertanian modern bersama Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT)!
TSIT merupakan authorized dealer drone DJI Agras di Indonesia. TSIT menyediakan unit drone untuk penyemprotan dan pemupukan, seperti DJI Agras T25, T25P, T50, dan T100.
Ingin merasakan sendiri kecanggihan drone pertanian DJI Agras? Jadwalkan demo sekarang dengan klik Hubungi Kami!